Nicko Bolhuy
Nicko Bolhuy, Teknisi Manajemen Konservasi Air dan Teknologi Terapan
- NICKO ARU
- Benjina, Kepulauan Aru, Maluku, Indonesia
- Teknisi Manajemen Konservasi Air dan Teknologi Terapan dalam pengembangan masyarakat.
Jejak Pembuatan Tandon ferrocement
Apa Itu Manajemen Konservasi Air
๐ฟ Apa itu Manajemen Konservasi Air?
Manajemen konservasi air adalah proses merencanakan, mengelola, melindungi, menyimpan, menggunakan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya air secara tepat guna agar kebutuhan manusia dan lingkungan dapat terpenuhi dalam jangka panjang.
Sederhananya:
“Air jangan hanya dicari ketika sudah kekurangan. Air harus direncanakan, ditangkap, disimpan, digunakan, dan dilestarikan sebelum menjadi masalah.”
๐ง 10 cara berpikir dalam Manajemen Konservasi Air
-
Kenali sumber air
Dari mana air berasal? Hujan, mata air, sungai, air tanah, atau sumber lainnya? -
Tangkap air
Jangan biarkan air hujan langsung terbuang ke laut. Gunakan panen air hujan. -
Simpan air
Bangun tempat penyimpanan seperti tandon ferrocement, embung, kolam, atau tangki. -
Distribusikan air
Air harus dapat dipindahkan dari sumber ke tempat kebutuhan dengan teknologi yang sesuai. -
Gunakan teknologi tepat guna
Contohnya pompa hydram yang dapat bekerja tanpa listrik, serta Bio Sand Filter untuk pengolahan air. -
Gunakan air secara efisien
Air minum, memasak, mandi, pertanian, dan kebutuhan lainnya perlu dikelola sesuai prioritas. -
Jaga kualitas air
Air yang banyak tetapi tercemar tetap menjadi masalah. Karena itu sumber air harus dilindungi. -
Jaga daerah tangkapan air
Hutan, tanah, rawa, dan vegetasi berperan penting dalam menyimpan dan mengatur air. -
Libatkan masyarakat
Konservasi air tidak akan berkelanjutan jika hanya bergantung pada proyek atau bantuan dari luar. -
Bangun sistem yang berkelanjutan
Masyarakat harus mampu membuat, menggunakan, memperbaiki, dan mengelola sendiri teknologi air tersebut.
๐ Kalau dibuat menjadi satu siklus:
HUJAN → TANGKAP → SIMPAN → SARING → DISTRIBUSIKAN → GUNAKAN → DAURKAN → LINDUNGI SUMBER AIR → KEMBALI KE SIKLUS
Jadi, tandon ferrocement hanyalah salah satu bagian dari Manajemen Konservasi Air. Demikian juga pompa hydram atau Bio Sand Filter. Yang lebih besar adalah sistem pengelolaan air dari sumber sampai ke pengguna dan kembali menjaga sumbernya.
๐ฑ Filosofi yang sangat kuat
Untuk konsep Access Life, saya melihat Manajemen Konservasi Air dapat dirumuskan menjadi:
ACCESS TO WATER IS ACCESS TO LIFE
Akses kepada air adalah akses kepada kehidupan.
Dan pendekatan praktisnya:
“Tangkap air ketika ada, simpan ketika berlebih, gunakan dengan bijaksana ketika dibutuhkan, dan lindungi sumbernya untuk masa depan.”
Apa Itu Manajemen Konservasi Air dan Teknologi Tepat Guna
Manajemen Konservasi Air dan Teknologi Tepat Guna adalah pendekatan untuk mengelola, menyimpan, menghemat, menjaga kualitas, dan memanfaatkan air secara berkelanjutan dengan menggunakan teknologi yang sederhana, murah, mudah dibuat, mudah diperbaiki, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
1. Manajemen Konservasi Air ๐ง
Fokusnya adalah bagaimana air tidak terbuang dan tetap tersedia, terutama pada musim kemarau.
Contohnya:
- ๐ง️ Panen air hujan dari atap rumah.
- ๐ข️ Tandon ferrocement untuk menyimpan air.
- ๐ฆ Perlindungan mata air dan daerah tangkapan air.
- ๐ฐ Pengelolaan dan penghematan penggunaan air.
- ๐งน Menjaga kebersihan sumber dan tempat penyimpanan air.
- ๐ฑ Konservasi tanah dan lingkungan agar air hujan dapat meresap ke tanah.
2. Teknologi Tepat Guna ๐ง
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dibuat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan kondisi lingkungan setempat.
Contohnya:
- Tandon ferrocement → menyimpan air dengan bahan yang relatif sederhana.
- Pompa hydram → memompa air tanpa listrik dengan memanfaatkan energi aliran air.
- Bio Sand Filter → membantu menyediakan air yang lebih bersih.
- Sistem panen air hujan → memanfaatkan air hujan sebagai sumber air.
- Saluran gravitasi dan sistem distribusi air sederhana.
- Peralatan lokal seperti bambu atau material yang mudah diperoleh.
3. Tujuan utamanya
Secara sederhana:
Air hujan → ditangkap → disimpan → dijaga kualitasnya → digunakan secara hemat → tersedia saat dibutuhkan.
Jadi, konsep ini bukan hanya tentang membuat tandon atau memasang pompa, tetapi tentang membangun sistem pengelolaan air dari sumber sampai pemanfaatannya.
4. Contoh penerapan di desa
Misalnya sebuah desa mengalami kekurangan air pada musim kemarau:
Atap rumah → talang → saringan awal → tandon ferrocement → filter → keran → masyarakat
Kemudian jika terdapat sumber air di tempat yang lebih rendah, dapat digunakan pompa hydram untuk menaikkan air ke tandon tanpa membutuhkan listrik.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan fasilitas air, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya secara mandiri.
Inti pengertiannya
Manajemen Konservasi Air dan Teknologi Tepat Guna adalah upaya mengelola sumber daya air secara bijaksana dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi sederhana, ekonomis, ramah lingkungan, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
nickosbolhuy@gmail.com
WA : 082334238876
FB : Nikodemus Bolhuy
Percakapan Emas dan Tanah
Tidak Semua Orang Ingin Mendengar Pesan Anda
Bangun Privilege Kamu Sendiri
Cinta Datang Dengan Sendirinya
Menjadi Seperti Yesus
GIFT
Kenapa Harus ke Sumba..???
PASTORING is WEIRD
Bertemu Orang yang Tepat dalam Mempertajam VISI
Menemukan orang yang Tepat dalam Pelayanan di SUMBA
Sumba bukan Sumbawa,...
Sumba, merupakan satu pulau di Nusa Tenggara Timur, bukan di Nusa Tenggara Barat.
Kenapa sampai saya harus jelaskan sebelum masuk ke pokok penjelasan tentang pelayanan selama saya ada di Sumba 6 tahun lamanya. Sebab kebanyakan orang hanya tahu kalau Sumba itu adalah Sumbawa.
Awal ke Sumba di tahun 2016 di awal bulan Juli...
Untuk ke Sumba saya di pertemukan dengan orang Tua Rohani saya Pdt. David asli orang Bali, sebelum jumpa dengan beliau dan keluarga di Bali saya melayani di Surabaya dengan salah satu Gereja. Cerita singkat saya bisa ke Bali bermula dari saya mendoakan untuk bisa melayani bidang pelayanan misi sesuai dengan panggilan awal sebagai seorang penginjil. Selesai dari I3 Batu-Malang. Membuat saya terus mempertajam visi di dalam pelayanan yang pasti di bidang pelayanan misi di pedalaman atau di desa-desa. Selama di Surabaya saya mendoakan untuk bisa memulai pelayanan yang benar-benar membuat saya nyaman dan bisa lakukan tanpa paksaan.
Akhirnya ada di satu saat, saya terkena begal dan terkena pukul oleh orang-orang yang begal. Puji TUHAN bisa selamat dari cengkraman mereka. Saat yang bersamaan selang 1 minggu setelah kejadian itu saya di telpon untuk ke Bali oleh pak Pdt. David. Saya belum pernah ketemu dengan beliau. tapi akhirnya saya iyakan untuk berangkat ke Bali.
Selama di Bali 3 Minggu, saya berlibur bersama keluarga pak David yang juga ada dari Kalimantan dan selama 2 minggu dan 1 minggu sisanya saya di latih oleh salah 1 bapak untuk membuat tandon panen air hujan selama 3 hari,
Setelahnya saya juga membuat Kitchen Set untuk salah 1 misionaris yang baru pertama kali ke Indonesia dan mereka melayani di Bali yaitu Mr. Gran Weber dan keluarga.
Dari keluarga misionaris ini saya bisa mendapat uang tiket untuk ke Sumba bukan di berikan secara cuma-cuma, melaikan saya di bayar 6 juta rupiah karena membuat Kitchen Set untuk keluarga ini.
Akhirnya saya bisa ke Sumba dengan membeli tiket dari hasil kerja saya sendiri, disini saya di kuatkan untuk melayani di bidang pelayanan misi air bersih untukn menjawab kebutuhan air di desa-desa yang sulit dan juga terbatas dalam mendapatkan air bersih....
Bersambung..........
PayPal : nickosbolhuy@gmail.com
25 Desember 2022
25 Desember 2022
Apa keputusan tersulit yang pernah kamu buat dalam hidupmu..????
Kalua ketika
ini di tanyakan kepada kamu pasti akan banyak berpikir dan akan membuat untuk
ingat lagi apa yang sudah di lewati dalam hidup.
Keputusan tersulit
versi saya adalah akan meninggalkan tanah Sumba dengan sejuta cerita semasa pelayanan
di tanah dengan julukan tanah 1000 bukit. Bagi saya bukan hanya seribu tapi
sejauh mata memandang tidak dapat di hitung setiap bukit dan yang ada di dalam
pandangan mata.
Bulan Mei
2016 awal saya berada di tanah Sumba. Tinggal di salah satu kampong yang jarak
tempuh ke kota sekitar 30 KM. tapi akses ke sana masih sangat sulit di tambah
juga untuk masuk ke kampung ini harus orang yang sudah benar-benar paham jalan
menuju ke sana.
Hadir sebagai
pendamping di kampong dengan rekan team yang ada di sana sebelum saya dating. Mereka
sekeluarga sudah di sana kurang lebih 1 tahun.
Hadir dengan
banyak keterbatasan dan mencoba memulai apa yang kami bias untuk ada di kampung
Kamalapia. Menjadi Penjual Sayur, Sebagai guru dan masih banyak lagi.
Tahun 2018 bulan
September tanggal 14, awal saya menikah di kota Atambua. Setelah menikah saya masih
akan ke Papua untuk pelatihan Manajemen Konservasi Air kepada 10 desa yang ada
di Sentani.
Bulan November
awal kami memulai ada di tanah Sumba. Saya dan istri memulai kehidupan keluarga
di tanah Sumba.
Istri mengikuti
saya dan mulai terlibat dalam pelayana Misi Clean Water di dalam bidang Manajemen
Konservasi Air dan Teknologi Terapan.
Selama ada
di Sumba kami yang masih baru dalam membangun kehidupan berkeluarga bagi kami
ini sulit apa lagi dengan tanpa rumah apalagi mempunyai sebidang tanah. 5 kali
berpindah-pindah kami mengalami mujizat dengan membangun rumah di tanah yang di
pinjamkan, saya dan istri bersama anak kami yang baru berusia 1 tahun kami
membangun rumah ini sendiri tanpa ada bantuan pembangunan dari orang. Ini bagi
saya mujizat sebab orang-orang yang kami belum pernah jumpa pun mereka
memberikan berkat berupah uang juga dalam bentuk bahan-bahan bangunan untuk
membangun rumah sederhana kami. Akhirnya selesai juga dalam jangka waktu 2
minggu kami mengerjakannya. 14 September 2021 kami menempati rumah sederhana
kami.
Namun, yang
membuat sedih adalah kami harus meninggalkan rumah yang baru kami tempati 1
tahun dan akan memulai panggilan dan meneruskan Visi yang Tuhan kasih di tempat
yang baru di tanah Papua.
Bagi saya
secara pribadi ini keputusan yang sulit, tapi harus di kerjakan sebab kami tahu
dalam melibatkan Allah dalam visi kita pasti akan ada jalan keluar. Meninggalkan
tanah Sumba sangat sedih tapi ini harus di jalankan.
Momen natal
bagi kami tahun ini adalah memulai hal yang baru dengan TUHAN di tempat yang
baru.
Come support
Ministry
PayPal :
nickosbolhuy@gmail.com
S E K I A N









